Galian Basement adalah penggalian ruang bawah tanah yang merupakan bagian dari bangunan gedung. Lantai basement biasanya dimanfaatkan untuk : Balancing gedung di atasnya, ruang parkir kendaraan, ruang pengelola gedung, seperti penempatan ruang panel, reservoir, dan kebutuhan lain.

Adanya basement tentunya akan ada penggalian tanah. Galian Basement ini menggunakan metode alat berat yang pasti menggunakan alat exavator. Kendala yang dihadapi pada pekerjaan galian basement adalah faktor runtuhnya dinding tanah vertikal,  ini bisa terjadi bila kedalaman galian lebih dari 2 meter. Makin dalam galian tentu resiko runtuhnya lebih besar. Bila di sekitarnya sudah ada bangunan, runtuhnya galian tanah akan membahayakan bangunan di sekelilingnya.

Sebelum ditemukan sistem pengamanan galian tanah, secara konvensional galian tanah akan melebar ke empat penjuru, membentuk dasar segi empat dengan kemiringan galian 45 derajat, di mulai dari dasar galian. Akibatnya, bidang galian menjadi melebar dan sudah dipastikan biaya untuk menggali dan mengurug tanah kembali akan sangat mahal.


 Pada akhirnya metode galian basement telah berubah. Cara konvensional tidak lagi dipakai untuk pembuatan basement. Sekarang pengamanan galian dilakukan dengan terlebih dahulu memasang retaining wall dari pondasi bored pile atau spun pile sebelum dilakukan penggalian tanah.