Strauss pile

Strauss pile

Pekerjaan pondasi strauss pile atau bor pile manual adalah sebuah cara pembuatan pondasi bangunan yang dalam cara pelaksanaannya menggunakan alat bor pile manual yang di gerakan oleh tenaga orang tanpa bantuan peralatan mesin, oleh sebab itu obyek yang dapat di bor adalah berupa tanah lunak dan bukan berupa:

  1. Tanah urug campur puing. bila dalam pelaksaan lokasi pekerjaan strauss pile / bor pile manual terdapat puing/sampah yang kedalamannya lebih dari 50cm maka pihak pertama ( pemberi tugas ) harus menggali terlebih dahulu atau bila terkena pondasi lama maka harus di bobok dahulu.
  2. Tanah pasir ber'air, untuk jenis tanah ini kesulitan pekerjaan bor pile manual adalah pada pengangkatan tanah dikarenakan tanah merosot pada saat proses pengangakatan, meski dapat dikerjakan dengan mata bor berbentuk tabung namun proses pekerjaan yang agak lama menjadikan metode ini tidak disukai pekerja.
  3. Tanah pasir berkerikil , Seperti tampak pada gambar dibawah ini jenis tanah yang kami jumpai di daerah Lippo Cikarang adalah kategori tanah keras yang tidak bisa dikerjakan dengan alat bor pile manual dan harus dikerjakan dengan alat bor pile mesin.
  4. Tanah Padas / tanah semen, jenis tanah ini termasuk tanah keras sehingga jenis tanah ini tidak mampu di kerjakan dengan metode strauss pile.
  5. Yang terakhir adalah apabila rencana kedalaman pondasi berdasarkan hasil test sondir / rekomendasi dari hasil soil test maka pondasi tersebut tidak bisa dikerjakan dengan metode strauss pile / bor pile manual, kedalaman rata-rata pondasi strauss pile adalah 6 meter.

Date

11 October 2017

Tags

Strauss Pile